Bali Indonesia

Untung Kiriman JNE Sampai Tepat Waktu

Bulan Desember 2025 lalu adalah masa yang super sibuk buat saya. Sudah tahu lagi sibuk-sibuknya persiapan peluncuran single lagu pertama di Spotify, eh... saya malah menerima tanggung jawab untuk mengurus Masa Raya Natal di gereja. Tapi mau gimana lagi? Toh tidak enak kalau diminta oleh gereja, lalu menolaknya. Akhirnya dengan sedikit sangsi saya menerima tugas sebagai Sekretaris Panitia Natal. 

Awalnya saya kira tugasnya ringan. Hanya mengurus notulen rapat, membuat koordinasi pelaksanaan kegiatan, menyimpan dokumentasi, membuat laporan kegiatan dan memastikan file untuk keperluan ibadah tiap minggu tersampaikan ke tim multimedia tepat waktu. Tapi karena di kepanitiaan tidak ada yang memiliki ketrampilan sound engineering dan cara membuat video, saya jadi dapat tugas tambahan. File untuk video latar drama di Acara Puncak tanggal 24 Desember dan 25 Desember saya terima mentah. Bentuknya berupa puluhan file hasil dubbing yang belum mengalami cutting dan editing, dan beberapa gambar screenshoot dari Google, tentang apa yang terbayang oleh sutradara sebagai latar pendukung drama.

"Waduh, kok jadi saya yang harus mengerjakannya?", begitu keluh saya yang cuma berani saya sampaikan ke istri. Tidak berani protes ke teman-teman, takut mereka jadi tidak enak hati. Tapi saya pikir-pikir, kalau file itu tidak ada yang mau mengolahnya, drama Malam Natal dan drama Natal tidak akan bisa dinikmati sesuai rencana sutradara. 

Saat rapat untuk membahas pembagian tugas, suasana malam yang sunyi terasa makin mencekam hati saya. Bukan karena saya takut setan atau takut kejatuhan cicak, tapi karena pernyataan seseorang menyadarkan saya. "Kita dulu presentasi acara ke Majelis Jemaat, kesannya acaranya bakalan seru. Jangan sampai jadinya beda. Apa kata dunia nanti?", begitu ungkapan khawatir seorang teman pada suatu rapat, membuat saya menyerah pada keadaan. Kalau acara kacau semua bakalan malu, terutama saya yang jabatannya mentereng di kepanitiaan. 

Tadinya jujur saya mau menolak mengerjakannya, tapi akhirnya saya menyerah. Jadilah saya rangkap tugas. Habis mau bagaimana lagi? Tidak ada lagi yang mengerti cara editing suara dan buat video klip selain saya. Memang sebenarnya ada orang lain yang bisa, tapi kebetulan dia sedang sakit cukup parah. Kasihan kalau dia yang dipaksa mengerjakannya. 

Tugas saya yang awalnya cuma memastikan bahwa file video latar untuk semua drama sampai tepat waktu ke tim multimedia berubah. Saya akhirnya juga jadi pengolah suara, dan harus membuat video  klip untuk latar belakang pendukung drama. Awalnya semua itu bukan hal yang mustahil, karena saya punya 2 HP. Satu HP khusus untuk mengerjakan lagu, HP yang lain untuk membuat video drama. Total video drama yang harus dibuat adalah 6 video. Tim multimedia juga sudah cukup membantu untuk proses dubbing, tapi tugas mereka sudah terlalu banyak. Tidak mungkin mereka lagi yang diminta mengolah file-file tersebut. Bisa-bisa malahan tayangan liturgi ibadah kacau. Personil lain di kepanitiaan juga ingin membantu, tapi mereka tidak mengerti caranya. Mereka sudah cukup membantu dengan mengirimkan jamu kuat dan makanan untuk teman saya lembur. Ada juga sepupu yang setelah mendengar curhatan saya, menawarkan tukang pijit untuk meredakan kelelahan saya. 

Masalah datang sekitar seminggu sebelum acara puncak. HP yang dipakai untuk mengolah video tiba-tiba rusak. Seringkali hang dan freeze. Mungkin karena kepenuhan data. Jadi saya harus mengolah semua file drama dengan HP yang sudah penuh dengan file musik. Untuk reparasi HP di masa liburan dan waktu yang mendesak beresiko. Salah-salah malah semua hasil kerjaan saya sebelumnya hilang. Selain itu tidak mungkin saya menghapus file-file lagu yang akan segera dikirimkan ke agregator musik. 

Ada teman berinisiatif meminjamkan komputernya, tapi saya tidak terbiasa pakai aplikasi lain. Kerja di HP juga lebih cepat dan santai. Bisa sambil rebahan. 

Pilihannya adalah beli Memory Card untuk HP yang penuh file musik. Saya sudah coba cari di dekat rumah, ada yang jual. Tapi kapasitasnya cuma 1 GB. Saya sudah beli dan pakai untuk buat video drama, 2 video jadi. Tapi Memory Card-nya langsung penuh. 

Jadi kesimpulannya, saya harus beli yang minimal 10 GB. Kembali lagi masalahnya di waktu. Video harus jadi hari Sabtu untuk  dicoba di Gladi Resik. Minggu harus dicoba ulang hasil revisinya. 

Akhirnya saya putuskan beli dari Online Shop hari Rabu pagi. Perhitungannya, Jumat pagi Memory Card harus sudah datang, supaya saya bisa kebut selesaikan semua video sehari semalam. Jadi Sabtu sore bisa dicoba di Gladi Resik. Saya mau pilih dari toko dengan lokasi yang terdekat, ternyata tidak ada. Ada tapi harganya mahal sekali. Saya sudah pasrah. 

Akhirnya saya putuskan beli dari toko yang harganya murah. Untungnya tokonya juga responsif. Siang bayar, sore barangnya dikirim. Pakai JNE, kurir langganan saya. 

Sementara menunggu, saya buat video sambil menghapus file-file yang kurang penting. Hanya berharap, tidak sampai terpaksa menghapus file-file lagu saya. Hati ini berdebar-debar memantau sampai mana barang terkirim. Apakah bisa sampai tepat waktu? 

Kamis malam ada WA dari kurir langganan. Barang sudah di teras saya. Padahal sudah malam. Dan malam itu hujan. Saya tidak berharap barang sampai hari itu. Cukup takjub. 

Saya langsung ambil, dan pasang di HP. Saat itu juga saya mulai kerjakan video yang belum jadi. Dengan waktu yang cukup, video bisa saya kerjakan dengan maksimal. Hasilnya memuaskan semua pihak. 



Saat malam Natal drama dilangsungkan, semua berjalan sesuai rencana. Ada tepuk tangan meriah peserta setelah selesai ibadah, untuk mengapresiasi acara yang berjalan dengan sangat baik. Termasuk drama musik Natal yang memukau. Video latarnya memperkuat alur cerita drama. 

Video Drama pada tanggal 25 Desember yang terlihat bermasalah saat Gladi Resik juga sempat saya revisi. Dan hasilnya sangat memuaskan. 

Dan lagu saya, 1 Februari 2026 kemarin lagu "Balada Cinta Kita" resmi ditayangkan di Spotify dan beberapa toko musik digital. Setelah sebelumnya ditolak di label lain, DistroFM akhirnya bersedia menjadi label menaunginya. 

Kadangkala Tuhan menolong hambaNya, yang mau bersusah payah untuk memberi yang terbaik untuk ibadahNya, melalui malaikat tidak bersayap. Dan kali ini malaikat itu berwujud kurir JNE. Terima kasih kurir yang baik hati. Ai lop yu pul...  Hati merah untuk kamu... 






#JNE 

#ConnectingHappiness 

#JNE35BergerakBersama  

#JNEContentCompetition2026 

#JNEBeragamCerita